» » Sekolah Salah Kaprah, Anak Susah di Masa Depan

Sekolah Salah Kaprah, Anak Susah di Masa Depan

posted in: Parenting | 0

Kebanyakan anak bersekolah hanya untuk mengumpulkan nilai, dan bukan skill. Akibatnya di tempat kerja mereka tidak bisa apa-apa. Apalagi ketika berhadapan dengan masalah lapangan, kebingungan, tidak tahu harus bagaimana. Pengusaha mengeluh, anak-anak lulusan banyak yang tidak siap kerja.

Sekolah untuk jadi pandai, itu tidak salah, tapi naif. Seharusnya tujuan utama anak-anak bersekolah adalah agar bisa mandiri. Kasarnya… punya skill untuk bisa cari duit sendiri, bertahan hidup.

Prinsip dasar mencari duit adalah menukar barang atau jasa dengan uang. Menukar kata lainnya jualan. Untuk jualan harus punya barang atau jasanya terlebih dahulu.

Nah artinya saat di sekolah mereka perlu memikirkan ilmu apa yang harus mereka miliki untuk bisa menciptakan / memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan orang.  Jadi karyawan pun pada prinsipnya menjual jasa dan dibayar bulanan.

Ketika sudah harus berpikir tentang bagaimana menciptakan barang dan jasa, barulah ilmu-ilmu seperi fisika, biologi, kimia, matematika, menjadi relevan. Karena dasar semua teknologi atau produk, ya ilmu-ilmu itu. Contoh saja mainan Squishy. Bagaimana cara menciptakan material yang kalau dipencet, bisa balik lagi ke bentuk semula dan mengeluarkan wangi-wangian tertentu. Itu perlu belajar ilmu kimia.

Di dunia nyata nilai tidak berpengaruh banyak. Paling hanya untuk nego gaji saja di awal. Tetapi karir tidak ditentukan dari IP. Apalagi kalau jadi pengusaha. Tak ada yang peduli nilai ijazah. Orang hanya peduli, I pay – you deliver.

Bila anak tidak menyadari tentang realita ini dan hanya tergila-gila dengan nilai. Pada akhirnya mereka akan kebingungan, karena di dunia nyata, tidak ada orang yang mau bayar untuk beli nilai mereka. Orang hanya bersedia bayar untuk skill mereka, untuk produk dan jasa yang mereka hasilkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *