» » Reseller, Bersyukurlah Ketika Customer Marah-Marah. Ini Alasannya

Reseller, Bersyukurlah Ketika Customer Marah-Marah. Ini Alasannya

posted in: Bisnis, Frekuensi Transaksi | 0

Kalau bisnis ingin maju, customer harus happy. Happy Customer bukan saja akan beli lagi, melainkan juga merekomendasikan kita ke teman-temannya. Namun di saat mereka marah, kita juga harus bersyukur. Sebab ada yang lebih parah daripada customer yang marah.

Apakah itu?

Customer yang marah dan diam.

Sebab mereka akan pergi begitu saja dan kita tidak tahu apa salah kita. Kalau kita tidak tahu, bagaimana bisa kita memperbaikinya. Paling kita hanya bisa melihat hasil akhir penjualan kita turun.

Customer yang marah biasanya karena ada perbedaan ekspektasi. Semakin besar perbedaan itu, semakin marah pelangan.

Tidak jarang memang kesalahan ada di pihak kita.Tetapi ada kalanya kesalahan terjadi karena salah paham.

Apa pun alasannya, kemarahan itu memberikan input, letak kesalahan kita.

Walaupun terkadang kita merasa, ah andai saja customer tahu situasi di sini. Satu hal yang pasti, mereka tidak perlu tahu. Inti permainan ini adalah bagaimana caranya membuat pelanggan tersenyum.

Jangan biarkan kesalahan yang sama terjadi berlarut-larut. Karena ini akan menjadi sel kanker yang menggerogoti usaha kita.

Baca juga: 2 Kesalahan Chat ini Bisa Membuat Anda Kehilangan Sales

Terlalu banyak customer yang kecewa akan mempengaruhi Frekuensi Transaksi yang terjadi di bisnis Anda. Customer yang kecewa memiliki life time value yang rendah. Pada akhirnya mempengaruhi tingkat profit usaha Anda.

Baca juga: Reseller, Inilah Peta Formula untuk Meningkatkan Profit

Jadi kalau ada customer yang marah, dengarkanlah karena itu adalah informasi yang beharga yang bisa menentukan keberlangsungan usaha Anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *