» » Cerpen Anak : Buntelini dan Buntelina serta Raksasa Bermulut Bulat, Berkaki Katak

Cerpen Anak : Buntelini dan Buntelina serta Raksasa Bermulut Bulat, Berkaki Katak

posted in: Cerita | 0

Suatu hari dua ikan buntel berenang kesana-kemari dengan riang gembira. Namanya Buntelini dan Buntelina. Meski nama mereka mirip, tapi mereka bukanlah saudara, melainkan dua sahabat.

Saat mereka sedang bermain-main di antara batu koral. Tiba-tiba Buntelini berteriak, “Oh oh! Aku tak bisa bergerak!”

Kedua sirip Buntelini dan ekornya mendayung-dayung sekuat tenaga. Akan tetapi bagaimana pun ia berusaha, ia tidak bisa bergerak maju.

“Buntelini, kenapa kamu diam saja?” tanya Buntelina.

“Buntelina, aku tak bisa bergerak, ada sesuatu yang menahanku.”

“Hemm… kenapa ya…,” Buntelina juga tidak mengerti apa yang terjadi dengan sahabatnya.

Tiba-tiba tubuh keduanya tertutup oleh sebuah bayangan yang besar.

“Aduh, gawat ada raksasa di atas kita?” teriak Buntelina kaget.

“Aduuh, gimana ini?” sahut Buntelini ketakutan.

Buntelina berenang, mendekati raksasa itu. Kepalanya mendorong-dorong badan makhluk itu agar pergi menjauh. “Syuh! syuh! jangan mendekat!” Tetapi sosok itu terlalu besar dan kuat.

Raksasa itu bermulut bulat dan mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Tangannya panjang seperti gurita dan di ujungnya berbentuk 5 jari seperti bintang laut. Lalu Ia mengeluarkan sesuatu yang berkilau dan terlihat tajam.

Buntelina berenang ke arah kepala raksasa itu. Lagi-lagi ia mencoba mendorong makhluk itu pergi. Tapi ada sesuatu yang keras melindungi mata raksasa itu.

“Awas kamu ya! Jangan ganggu temanku! Syuh! Syuh!” teriak Buntelina.

Raksasa itu mengacuhkan Buntelina dan mendekatkan benda tajam di tangannya ke Buntelini.

“Buntelina, tolonggg!” teriak Buntelini.

Karena ketakutan Buntelini pun berubah menjadi gendut. PONG! Duri-duri seperti landak bermunculan di badannya. Ia berusaha semakin kencang untuk bisa berenang.

“Tesh! Tesh!” bunyi sesuatu putus. Ternyata raksasa itu memotong tali-tali yang mengelilingi Buntelini. Oooo… rupanya Buntelini terjerat jala yang dibuang nelayan ke dasar laut. Jala itu memang sering membuat ikan-ikan terperangkap dan tidak bisa lepas.

Sebagian manusia memang kurang peduli dengan keadaan laut.

Akhirnya Buntelina menyadari makhluk raksasa itu bukan hendak menyakiti sahabatnya, melainkan menolongnya.

“Tenang Buntelini, aku rasa raksasa itu bukan hendak menyakiti kita. Melainkan mencoba menolongmu.”

Tak lama kemudian Buntelini bisa lepas dan berenang kembali dengan bebas. Ah betapa senangnya.

Keduanya lalu berenang mengitari si raksasa sambil berkata, “Terima kasih…”

Akan tetapi tentu saja raksasa itu tidak mengerti apa yang diucapkan kedua ikan buntel itu. Ia pun lalu pergi dengan mengayuhkan kedua telapak kakinya yang menyerupai katak.

Siapakah raksasa itu?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *