» » 2 Kesalahan Chat ini Bisa Membuat Anda Kehilangan Sales

2 Kesalahan Chat ini Bisa Membuat Anda Kehilangan Sales

posted in: Bisnis, Tingkat Konversi | 0

ATENSI / PERHATIAN adalah “mata uang” dalam marketing dan sales. Saat customer chat Anda, dia telah siap mendengarkan Anda. Ini adalah kesempatan untuk menciptakan kesan yang baik yang berujung pada sales atau sebaliknya.

Kalau atensi itu putus, orang bisa pergi. Mood belanjanya bisa berubah.

Berikut 2 kesalahan yang sering online seller lakukan:

1. Slow response

Kita semua punya berbagai alasan untuk merespon lambat, seperti harus layani customer offline, tiba-tiba ada banyak chat masuk pada saat bersamaan, anak minta perhatian, device error, dan sebagainya.

Apa pun alasannya, semakin Anda lama meresepon, akan semakin menurunkan tingkat konversi penjualan.

Baca Juga : 7 Tips Cara Chat Online dengan Customer agar Bisnis Anda Meningkat

Kenapa?

Tidak ada orang yang senang menunggu lama.

BT. Jadi malas belanja.

Padahal orang umumnya membeli berdasarkan emosi positif. Logika hanya untuk pembenaran. Khususnya wanita, meskipun tidak tertutup pria.

Jangan biarkan customer menunggu sampai 5 menit,  1 jam, atau bahkan besok hari baru dijawab. Sebisa mungkin saat kontak pertama terjadi, langsung sambut.

Karena di antara jeda waktu itu akan ada sesuatu yang membuat orang berubah pikiran.

Selain itu apabila Anda fast response, itu akan membuat impresi positif. Anda terlihat pro. Sang pelanggan pun terkagum. Meskipun belum pasti beli, tapi sudah mendorong ke arah sana. Tingkat kepercayaan meningkat.

Ada Trust ada Business.

Ingat juga apabila customer bertanya yang membuat Anda harus mencari sesuatu. Ucapkan, “Tunggu sebentar, saya cari tahu dulu.” Jadi customer sudah merasa ditanggapi. Jangan biarkan customer menunggu sampai jengkel, lalu Anda ikutan jengkel merasa customer tidak mengerti Anda dan balas menjawab, “Iyaa ini lagi cari.”

2. Membuat Bingung

Ketika customer bertanya sesuatu. Usahakan jangan buat mereka mencari jawabannya sendiri, misalnya dengan menyuruh ke website dan cari sendiri.

Jangan berpikir, karena kita tahu, mereka otomatis tahu.

Jika dalam proses mencari mereka kebingungan atau bahkan stress, mereka akan pergi.

Kalau bisa suguhkan jawabannya ke mereka, atau kalau harus kasih link untuk mengarahkan ke suatu tempat, langsung ke tujuan dan dapat jawabannya. Jangan harus cari-cari lagi.

Itulah mengapa di BigDear kami berusaha membuat segala sesuatunya semudah menjentikkan jari, navigasi yang jelas,dan sebagainya.

Semua ini ibaratnya untuk menggelar karpet merah bagi pelanggan menuju sales.

Jangan persulit orang untuk keluar uang.

Penutup

Chat itu bukan hanya sarana information centre, melainkan juga tempat terjadinya sales.

Ciptakan emosi positif untuk mendorong ke arah penjualan.

Usahakan jangan melakukan hal-hal yang membuat atensi pelanggan terputus dari Anda.

Angkat semua tembok, sapu batu-batu yang mempersulit calon pelanggan untuk membeli.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *